Senin, 16 Februari 2026

RETORIKA HAMPA

Tidak ada kemuliaan dalam seruan perubahan yang hanya berhenti pada retorika. Ketika seseorang berteriak tentang keadilan, keberanian, dan perlawanan terhadap ketidakbenaran, publik menaruh harapan pada integritasnya. Namun saat kesempatan kekuasaan datang dan idealisme itu diperjualbelikan, yang runtuh bukan hanya citra pribadi, melainkan juga kepercayaan banyak orang.

Kemuliaan tidak diukur dari lantangnya suara, tetapi dari konsistensi sikap. Mudah berdiri di luar sistem sambil mengkritik, jauh lebih sulit menjaga prinsip ketika berada di dalam lingkaran kekuasaan. Godaan jabatan, fasilitas, dan pengaruh sering menjadi ujian sesungguhnya dari karakter. Di titik itulah terlihat apakah perjuangan memang berakar pada nilai atau sekadar batu loncatan menuju posisi.

Pengkhianatan terhadap idealisme meninggalkan luka sosial yang dalam. Ia menumbuhkan sinisme dan membuat masyarakat semakin ragu pada setiap seruan perubahan. Karena itu, integritas adalah harga yang tidak boleh ditawar. Tanpa kesetiaan pada prinsip, perubahan hanya menjadi slogan, dan kekuasaan berubah menjadi panggung bagi kepentingan diri sendiri.