Senin, 16 Februari 2026

RETORIKA HAMPA

Tidak ada kemuliaan dalam seruan perubahan yang hanya berhenti pada retorika. Ketika seseorang berteriak tentang keadilan, keberanian, dan perlawanan terhadap ketidakbenaran, publik menaruh harapan pada integritasnya. Namun saat kesempatan kekuasaan datang dan idealisme itu diperjualbelikan, yang runtuh bukan hanya citra pribadi, melainkan juga kepercayaan banyak orang.

Kemuliaan tidak diukur dari lantangnya suara, tetapi dari konsistensi sikap. Mudah berdiri di luar sistem sambil mengkritik, jauh lebih sulit menjaga prinsip ketika berada di dalam lingkaran kekuasaan. Godaan jabatan, fasilitas, dan pengaruh sering menjadi ujian sesungguhnya dari karakter. Di titik itulah terlihat apakah perjuangan memang berakar pada nilai atau sekadar batu loncatan menuju posisi.

Pengkhianatan terhadap idealisme meninggalkan luka sosial yang dalam. Ia menumbuhkan sinisme dan membuat masyarakat semakin ragu pada setiap seruan perubahan. Karena itu, integritas adalah harga yang tidak boleh ditawar. Tanpa kesetiaan pada prinsip, perubahan hanya menjadi slogan, dan kekuasaan berubah menjadi panggung bagi kepentingan diri sendiri.

Rabu, 20 Agustus 2025

DOA PENYUCIAN

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ، وَطَهِّرْ قَلْبَهُ،
 وَحَصِّنْ فَرْجَهُ

_“Ya Allah, ampunkanlah dosanya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya._

Senin, 18 Agustus 2025

HUKUM KETIDAKLAYAKAN



Dalam suatu kesempatan berdiskusi, Keledai berkata pada harimau: "Rumput itu biru".
Harimau menjawab: "Tidak, rumput itu hijau".
Diskusi menjadi memanas, dan akhirnya keduanya memutuskan untuk membawa masalah ini ke  mahkamah pengadilan raja Singa.
Memasuki ruang pengadilan, masih belasan langkah sebelum mencapai tahta peradilan singa, keledai itu sudah berteriak:
"Yang Mulia, apakah benar bahwa rumput itu biru? ".
"Benar, rumput itu biru?" Jawab Singa.
Keledai itu bergegas maju dan melanjutkan:
"Harimau tidak setuju denganku. Dia menentang dan menggangguku, maka hukumlah dia". 
Raja Singa lalu memutuskan: "Harimau akan dihukum diam selama 5 tahun ".
Keledai melompat kegirangan dan penuh kepuasan. Dia berlalu sambil terus mengulang-ulang, "Rumput biru..., Rumput biru...."
Adapun Harimau, ia menerima hukuman dan tidak mengajukan banding atas keputusan raja. Ia hanya mengajukan pertanyaan, "Yang Mulia, mengapa engkau menghukumku, sedang Yang Mulia  tahu kalau rumput itu hijau?"
Singa menjawab:
"Iya, ternyata rumput itu memang hijau".
Harimau penasaran dan mendesak bertanya: "Lalu mengapa Yang Mulia menghukumku?"
Singa menjawab:
"Itu tidak ada kaitannya dengan pertanyaan apakah rumput itu biru atau hijau. Vonis yang kuputuskan adalah karena tidak mungkin bagi makhluk yang berani dan cerdas sepertimu untuk membuang-buang waktu berdebat dengan keledai dan yang karena itu kau datang dan menggangguku...!!!!

Pemborosan waktu terburuk adalah berdebat dengan orang bodoh dan fanatik yang tidak peduli dengan kebenaran atau kenyataan. Ia hanya peduli kemenangan keyakinan dan ilusi mereka.
Jangan buang waktu untuk diskusi yang tidak masuk akal. Ada orang yang untuk semua bukti yang disampaikan kepada mereka, mereka samasekali tidak memiliki kemampuan untuk memahami. Yang lainnya, ada yang dibutakan oleh ego, kebencian dan dendam, dan satu-satunya hal yang mereka inginkan adalah menjadi benar meskipun mereka tidak benar. Ketika ketidaktahuan berteriak, kecerdasan akan tertutup. Atas semua kenyataan itu, kamu harus tahu bahwa kedamaian dan ketenanganmu lebih berharga.

ASMA ADZAM



Seorang pria pembuat dadih (semacam yogurt) datang kepada Syeikh Bahai dan mengeluhkan pekerjaannya yang gulung tikar. Pria itu meminta diajarkan ilmu Asma' A'dzam agar keadaannya membaik.

Alih alih mengajarkan ilmu Asma' A'dzam, Syeikh Bahai malah anjurkan pria itu bekerja dengan berjualan bubur. 
Pria itu mengikuti saran Syeikh. Ia kemudian berjualan bubur.
Lama-lama dagangannya semakin laris. Usahanya berkembang dan akhirnya mengambil karyawan. Selang beberapa bulan kemudian, karyawannya keluar dan membuka warung bubur sendiri di pangkal jalan. Akibatnya warung si pria itu pun lama-kelamaan semakin sepi.

Akhirnya pria itu datang lagi kepada Syeikh Bahai. Ia mengeluh dan kembali meminta diajarkan Asma' A'dzam. Syeikh menjawab, "Rahasia membuat bubur saja tidak mampu kau jaga. Bagaimana kamu akan menjaga rahasia agung wirid Asma' A'dzam ? 
Urusi saja dadihmu dan jangan berpikir yang macam-macam".

Jumat, 26 Juli 2024

HOROLOGI DAN RAHASIA AWET MUDA

Jam, khususnya jam tangan bukan sekedar sebuah alat penunjuk waktu. Dia adalah catatan kisah dan kenangan. Dia bagian penting fashion dan banyak kalangan menggunakannya sebagai atribut karakter, profesi dan untuk mengomunikasikan status sosial. Lebih dari itu jam tangan, yang umum disebut arloji sesungguhnya adalah kompilasi sains, seni, komitmen, dedikasi, kecermatan, pengungkapan kejujuran pada diri sendiri dan wujud tanggung jawab sosial. Semua ini terpatri secara nyata, khususnya pada jam² vintage/antique.
Para penemu dan pemilik paten jam² vitage adalah adalah orang² yang datang melalui seleksi alam untuk menunjukkan ide dan pikiran melalui karya² mereka bagi kemaslahatan umat manusia, terlepas dari apapun agama dan kepercayaan mereka. Mereka melintasi batasan suku bangsa/ras, sekte² keagamaan maupun politik. Mereka adalah individu dari semua bangsa dan agama.
Terkadang ada yang bertanya tentang para kolektor. Untuk apa mereka melakukan pekerjaan tidak berguna seperti itu. Mengapa mereka begitu bernafsu mengumpulkan barang² rongsokan yang kemudian hanya disimpan saja? Kenapa mereka tidak mendaur ulang misalnya, atau menjualnya kembali agar bernilai ekonomis? Yang sebenarnya adalah, seorang kolektor tidak menyimpan benda². Seorang kolektor itu menyimpan sepotong sejarah. Dan...., bahkan Tuhan pun akan gagal dipahami di luar sejarah.
Selain itu, setidaknya bagi saya pribadi - menyimpan beberapa buah jam vintage, khususnya brand yang memiliki jejak sejarah yang gemilang dan catatan melintasi berbagai perubahan situasi kehidupan dunia maupun kondisi² ekstrim - saya menyimpannya sebagai nutrisi untuk membantu saya bertahan melewati masa demi masa dengan tetap awet muda. 
Bagaimananya caranya? Ini semacam trik "Merayu Tuhan" untuk mendapatkan anugerah (kekuatan & kebertahanan) dari - Nya ! Dengan merawat benda²/jam vintage itu dan tahun demi tahun terlewatkan namun ia tetap berjalan lancar, tetap mulus bagai barang yang baru dibuka kemasan dan segelnya (padahal jam itu lebih tua umurnya dari saya) - maka saya akan berbisik pada Tuhan : " Ya Tuhan, benda ini adalah karya hamba-Mu, namun tetap awet dan utuh tanpa cacat hingga saat ini. Maka bagaimana mungkin aku bisa keropos digilas masa sedang aku ini adalah karya Zat Yang Mahasempurna?
Segala Puji BagiMu ya Allah...!!! 


Jumat, 19 Juli 2024

PERADABAN BESI TERTUA

Matano adalah danau tektonik berukuran 28 x 8 kmpersegi yang berada di ujung timur Sulawesi Selatan. Kedalamannya yang mencapai590 meter menjadikan Danau Matano sebagai danau terdalam di Indonesia dan AsiaTenggara. Danau Matano berada di dataran tinggi dengan elevasi 382 meter diatas permukaan laut. Daerah Matano dikenal sebagai area pertambangan besi dannikel. Peninggalan arkeologis menunjukkan pertambangan telah dilakukan sejakawal millennium pertama (1000 Masehi) dan terus berlangsung hingga sekarang.Kemasyhuran kualitas besi dari Danau Matano tersebar ke seantero Nusantara. Didalam naskah kuno Negara Kertagama dari abad ke-14 Masehi disebutkan berangkatnya utusan dari Majapahit ke Luwu untuk mencari bahan baku besi yang berasal dari Matano. Dalam teks kuno I La Galigo, dikenal istilah ‘Bessi toUssu’ yang bermakna besi orang Ussu atau besi Luwu. Besi dari Danau Matano memiliki ciri khas kandungan unsur nikel yang tinggi, sehingga peralatan yang dihasilkan tidak mudah rusak, patah, atau berkarat.

Situs arkeologi di Kawasan Danau Matano berada didarat dan juga bawah air. Pemukiman tertua di Matano kemungkinan berada di Rahampu’u yang berarti ‘rumah pertama’ sehingga dianggap sebagai kampung tua.Di Situs Rahampu’u arkeolog menemukan sisa tungku, pecahan wadah tembikar, dan artefak besi. Pertanggalan radiometrik (C14) menunjukkan situs ini berumur sekitar 1.000 tahun. Di desa ini juga ditemukan makam pemimpin Matano di masa lalu (Mokole) serta sisa benteng kuno. Terak besi sisa-sisa peleburan logam kuno juga dijumpai di situs Pontanoa Bangka dan Sukoiyo.

Beberapa lokasi kampung kuno kini berada di bawahair, seperti situs Pulau Ampat dan situs Pontada. Keduanya kemungkinan tenggelam karena bencana alam yang disebabkan aktivitas tektonik di masa lalu.Situs bawah air di dasar Danau Matano menunjukkan kegiatan peleburan besi yanglebih tua dari situs di daratan. Situs Pulau Ampat misalnya, berasal dari abadke-8 Masehi. Situs arkeologi di Danau Matano menunjukkan adanya perkampungan pandai besi yang telah mahir menghasilkan perkakas logam berkualitas tinggi.

Riset intensif di sekitar Danau Matano bermula darikerja sama Puslit Arkenas dengan Australian National University yang bertajuk‘The Origin of Complex Society in South Sulawesi’ pada tahun 1998. Jejakpeninggalan zaman logam kuno di dasar Danau Matano telah diteliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sejak tahun 2016, 2018, 2019 dan 2021. Fragmen wadah dari tanah liat bakar (tembikar) dan benda logam berserakan di sejumlah lokasi,baik di dasar danau maupun di daratan sekitarnya. Para arkeolog dari Puslit Arkenas berusaha mengungkap sejak kapan dan bagaimana tradisi pengolahan logam berlangsung di Kawasan Danau Matano. Mereka pun menyimpulkan, pandai besi di Matano telah menguasai teknologi pengolahan logam yang kompleks sekitar 1.300 tahun yang lalu. Hal ini pun didukung oleh sumber daya alam sekitar yang kayaakan bijih besi dan nikel.

Rabu, 27 Maret 2024

DI KEPULAN DEBU

Dengan segala kemegahan mereka berlalu dengan sorak meluap. Tak sejenak jua hati terpikat. Pun tak terusik diamku diantara kepulan debu derap sombong mereka.
Tetapi sesaat kemudian,  diantara kepulan debu yang belum luruh, samar tampak olehku sesosok bayangan !
Sosok itu kian jelas setelah debu menghilang. Dia seorang lelaki tua dengan jubah compang - camping. Di tangannya yang  kurus, tampak ia menggenggam sebuah kaleng bekas yang  keadaannya layaknya sangat pas dengan baju yang  dikenakannya.
Spontan tanganku meraih beberapa keping uang logam di saku celanaku lalu mendekati lelaki itu dan mengulurkan uang itu padanya.
Lelaki itu menatapku dengan  pandangan dingin disertai senyum yang jauh lebih  dingin. Hatiku bergetar....!!! Kekuatan tatapan dingin orang itu bagai mengguncang kalbuku. 
Sesaat kemudian, ia berkata, " Apakah engkau sedang mencari pahala untuk dirimu sendiri dengan pemberianmu ini ? "
Wiiihhh...kerongkonganku tercekat. Sungguh aku tak pernah menyangka akan mendengar kata - kata seperti ini dari orang tua itu. Buru - buru aku merapatkan kedua tangan di depan dada lalu berkata, " Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud demikian. Aku hanya terdorong oleh perasaan iba yang tiba2 muncul saat melihat anda, lalu melakukan ini "
Orang itu tetap tersenyum ketika ia berkata, " Bersyukurlah bahwa engkau masih memiliki rasa iba. Tetapi bertobatlah atas mata dan pikiranmu yang msh terkelabui penampilan luar. Sungguh, Allah tdk peduli pada penampilan seseorang. Tetapi Allah akan melihat hatimu "
Aku terhenyak....terduduk di tanah tanpa sadar. Sementara orang itu berlalu setelah mengucapkan salam ___ pergi dengan senyum khasnya dan meninggalkanku dalam perasaan yang bercampur aduk.