Di sebuah kedai seorang yang terkenal kaya dan kikir sedang duduk menghirup kopi dan di mejanya telah terhidang berbagai jenis makanan.
Beberapa saat kemudian masuk seorang gila menghampirinya dan meminta sedikit uangnya ut memesan secangkir teh, tetapi si kaya itu mengacuhkan dan menyuruhnya pergi. Orang gila itu tidak mau pergi dan malah membuat kericuhan sehingga mengundang perhatian semua orang dalam kedai. Beberapa pengunjung kedai lalu menawarkan uang pada si gila tetapi ia menolaknya dan bersikeras untuk hanya menginginkan uang dari si kaya. Akhirnya si kaya memberinya beberapa uang receh. Si gila mengambilnya tetapi kemudian ia meminta ditambahkan agar ia juga bisa membeli sepotong roti. Hal itu mengundang amarah si kaya dan dengan tegas ia menolaknya dan mengusir si gila dari hadapannya.
Malam itu, sepulang dari kedai, si kaya langsung tidur di atas pembaringannya yang luar biasa mewah. Dalam tidurnya, ia bermimpi telah berada dalam surga. Surga itu sangatlah indah. Sungai - sungai dengan air jernih mengalir diantara pepohonan dan bebungaan yang keindahannya belum pernah ia saksikan sebelumnya. Si kaya berkeliling di taman surga itu sampai kemudian ia merasa lapar. Herannya, diantara semua keindahan itu, ia tidak melihat ada makanan.
Tiba - tiba, muncullah seorang pemuda yang sangat tampan dan bercahaya. Si kaya kemudian bertanya kepadanya apakah ini sungguh - sungguh surga ? Pemuda itu membenarkannya. Jika demikian, dimana segala makanan dan minuman surga yang seringkali didengarnya dari para ahli - ahli agama ? Pemuda itu permisi dan beberapa saat kemudian ia muncul dengan membawa secangkir teh. Si kaya itu menyambut teh yang disodorkan pemuda itu sambil bertanya apakah pemuda itu bisa membawakannya roti agar ia bisa menikmatinya dengan secangkir teh itu ? Pemuda tampan itu menjawab, " Yang engkau kirim kemari hanya secangkir teh itu saja. Seandainya engkau juga telah mengirim roti, tentu akan ada roti untukmu. Di sini, apapun yang engkau tuai adalah apa yang telah engkau tanam di dunia."
Minggu, 20 Maret 2016
DI SURGAPUN ENGKAU HANYA MENDAPATKAN BUAH DARI TANAMANMU
Jumat, 18 Maret 2016
NEGERI INI KEDAI KITA
Negeri ini kedai kita. Biarkan pintu dan jendela - jendelanya terbuka agar tak seorangpun yang tak boleh masuk melalui pintunya dan agar kita bebas memandang melalui jendela - jendelanya.
Sisakan halaman yang luas dan segarkan dengan berbagai jenis pohon dan bebungaan. Jangan dengan alasan menghindari terik matahari, maka halamanpun diatapi. Pahamilah bahwa menghindari matahari akan menjadikan kita sebagai pemuja kegelapan.
Sembari memenuhi hasrat tubuh akan makanan dan minuman, jangan lupa bahwa kecukupan makanan dan minuman bagi tubuh sementara jiwa kita kelaparan, maka pemenuhan hasrat badani hanya mengumpulkan penyakit yang akan menyiksa.
Karena itu, isi kedai ini dengan musik dan tarian sufi agar jiwa mendapatkan bagiannya.
Ingatlah untuk berhati - hati memutar musik dan mementaskan tarian. Karena musik hingar bingar yang diaransemen dari syahwat politik dan nafsu kedengkian akan memporak - porandakan ketenangan jiwa. Dan ketika ketenangan jiwa porak - poranda, maka makna merdeka di kedai ini hanyalah sebuah retorika kosong.
Negeri ini kedai kita
Di kedai ini Tuhan menurunkan segala bentuk kenikmatan. Bersyukurlah pada - Nya dengan tidak memecahkan piring dan gelas di meja saudara - saudara kita. Bersyukurlah dengan tidak mengumpulkan semua makanan dan minuman di meja anda lebih dari yang anda butuhkan.
Adapun engkau yang jatuh cinta pada perenungan, di pojok ruangan kedai ini ada tempat bagi anda untuk melinting tembakau sambil menghirup kopi. Karena banyak orang di kedai ini yang bersimpati pada kita dengan mengatasnamakan kesehatan, dan selebihnya memang merasa dirugikan dengan kebiasaan seperti ini, maka ambillah sedikit jarak dari mereka tanpa memusuhinya. Jagalah asap rokok anda agar fokus menuliskan inspirasi - inspirasi di antara mega demi lestarinya kebajikan dalam kedai kita.
Kamis, 17 Maret 2016
KESERAKAHAN
Keserakahan bisa membawamu menggapai smua impianmu. Tetapi keserakahan tidak akan membiarkanmu memiliki apapun bahkan stelah semua impianmu ada dalam genggamanmu.
Rabu, 16 Maret 2016
MELIHAT KEBENARAN
Seekor anjing mencabik - cabik bangkai ayam dan dari bangkai itu ia menemukan cincin berlian. Anjing itu kemudian mendatangi perkampungan dengan menjepit cincin berlian itu di sela-sela giginya. Ia berkeliling dan mencoba mengatakan temuannya itu kepada orang-orang dengan bahasa binatangnya. Tetapi siapa yang mau percaya bahwa seekor anjing pemakan bangkai bisa membawa berlian dengan giginya ?
Demikianlah kita membangun kepercayaan. Tetapi pahamilah, bahwa kebenaran itu harus dilihat dari kebenaran itu sendiri. Bukan melihat siapa yang menyampaikannya atau siapa yang memperjuangkannya.
Senin, 14 Maret 2016
AKHIR YANG TERINDAH
Anda bisa bermimpi apapun
Anda bisa mengejar dan menggapai segala impian
Tetapi anda dan semua yang anda telah raih pasti akan sampai pada akhir kehidupan
Dan akhir yang terindah adalah kematian yang erotis
Kamis, 03 Maret 2016
KERAMAHAN
Bagi para pedagang ( termasuk para pedagang ayat - ayat suci dan para pengusaha rental do'a ), para pelacur dan para politisi, 90% keramahan menjadi modal keuntungan mereka ( meski tentu saja kebanyakan keramahan palsu ).
Tetapi bagi orang sepertiku, seorang hamba yang dititipkan - Nya di bumi yang sepi , jika ada musibah yang menimpa, 90% disebabkan oleh keramahan.
Maka ketika orang - orang menetapkan atribut, angkuh, cuek dan kuper ( kurang pergaulan ), aku benar - benar berterima kasih. Karena dengan begitu, aku merasa mereka telah menghormatiku dengan menempatkanku pada derajat yang pantas dan tepat bagiku.
Selasa, 16 Februari 2016
TERIMA KASIHKU SEDIH
Engkau yang telah menyumbangkan begitu banyak ide - ide positip.
Engkau yang begitu banyak menyampaikan ajaran - ajaran tentang kebajikan
Dunia mengenalmu atas segala yang telah engkau ajarkan
Dunia berterima kasih atas semua nasehat - nasehat berhargamu
Dunia melihat jalan terang dari suluh yang engkau bagikan
Sungguh aku berterima kasih atas semua itu
Tapi sungguh dengan berterima kasih, akupun sedih
Aku berterima kasih karena begitu banyak orang menemukan jalan kebajikan melalui suluh yang telah engkau berikan
Aku sedih karena engkau sendiri bahkan tidak menemukan jalan terang