Hanya jika ulat telah keluar dari kepompong, barulah ia menjadi kupu-kupu.
Hanya jika engkau keluar dari penjara raga yang tak lebih dari adonan tanah liat, lalu pergi menuju Dia tanpa bekal apapun selain Dia, barulah engkau akan menemukan dirimu.
Senin, 20 April 2015
PENEMUAN DIRI
ALASAN
Tidak semua hal dalam hidup ini memerlukan alasan, karena bingkai logika terlalu kecil untuk memuat potret kehidupan yang universal
TEBARKAN KEHARUMAN
Kuncup mawar merobek jubah kelopaknya untuk memberikan keindahan dan keharuman kpd semesta. Mengapa engkau ttp mendengkur dlm jubah malam ktika f ajar tlah mnyibak tirai kegelapan ?
Bangunlah..!
Bersama keharuman melati tebarkanlah wewangian atas kehidupan sebelum senja menutup harimu...!
Sabtu, 18 April 2015
SERAUT WAJAH BERJILBAB
SERAUT WAJAH BERJILBAB
Aku kenal seorang perempuan yang begitu lekat dengan jilbab. Aku bahkan hampir yakin kalau perempuan itu tidak membuka jilbab meskipun berada dalam kamar pribadi karena khawatir bayangannya mengetahui atau melihat dirinya dalam keadaan tdk mengenakan jilbab.Tetapi aku percaya bahwa setiap orang yang berakal sehat mengetahui bahwa jilbab hanyalah secarik kain yang tidak bisa menutupi keburukan akhlak dan tidak pula dapat menjadi saringan untuk menapis ampas busuk ucapan-ucapan kotor tak wajar dari lisan seorang perempuan.
Dia yang menganjurkan dan mengajarkan perempuan memakai jilbab menghendaki kecantikan dan keindahan mekar mewangi di tengah semesta. Dia pun menunjukkan bahwa sekuntum mawar tidak memperoleh kecantikan dan keharumannya karena jalinan dedaunan yang membingkai serta menghiasi kelopaknya. Sekuntum mawar hanyalah perwujudan keindahan yang tersembunyi dalam perut bumi yang kemudian menyembul menanti tetesan embun menyepuh wajahnya agar lebih cemerlang.
Wajah perempuan adalah kaca rias tempat rahasia kelembutan dan kecantikan semesta bersolek menampilkan keperawanan suci. Dalam bingkai jilbab akan tampak lebih mempesona dan terjaga dari tangan-tangan jahil. Namun ketika debu zaman dibiarkan mengotori wajah itu dan dipalingkan dari cahaya, sedang embun rahmatpun tak lagi membasuh lapisan debu yang menodai kelopaknya, maka wajah perempuan hanyalah kuburan gelap tempat kelembutan dan kecantikan mati merana ___ sedang jilbab hanya menjadi sebuah nisan yang semakin menanbah seramnya kuburan itu.
Seraut wajah berjilbab yang aku kenal itu sejak awal kuyakini sebagai kuburan bangkai-bangkai busuk. Tetapi tatakrama dan tradisi sosial ketimuran mengunci lisanku untuk menyatakan pendapat sampai sang waktu gulungan lembaran catatannya dan membenarkan keyakinanku.
Hari itu di tengah keramaian, perempuan itu mengumbar amarah karena kebusukan-kebusukan yang disembunyikannya selama ini di balik jilbab membuat orang-orang yang menciumnya tak lagi mampu menahan aroma busuk itu sehingga mereka terpaksa hembuskan. Pada saat yang sama, perempuan itu sudah letih berpindah-pindah mencari dermaga lelaki yang selalu tertutup baginya untuk melabuhkan hasrat-hasrat aneh yang dia kemas rapi. Kegagalannya menghalau angin yang menebarkan aroma busuk bangkai yang disembunyikannya selama ini ditambah harapan-harapannya yang selalu kandas menyatu menjadi bara panas dan membuat otaknya menggelegak. Perempuan itu lantas mejadi liar tak terkendali dan semakin menegaskan bahwa dengan mengenakan jilbab , ia hanya berhasil menutupi keburukan bentuk tubuhnya, sedang keburukan akhlaknya semakin jelas menjijikkan dan menjadi tontonan orang-orang di sekelilingnya.
Kamis, 16 April 2015
*SURGA BILIK KORAN *
SURGA BILIK KORAN
Di kolong sebuah jembatan ibukota , dlm bilik yg terbuat dari koran2 bekas tinggal seorang lelaki kurus berkulit hitam bersama istrinya yang berwajah mulus dan cantik jelita. Debu2 yg beterbangan siang malam di sekitar tempat itu bagai enggan hinggap di atas kemulusan wajah istri lelaki itu. Jeritan2 knalpot yg merefleksikan kehidupan yg menangis samasekali gagal mengusik dan mengacaukan kemesraan cinta yang mereka rajut bagai sebuah lukisan abstrak.Sudah beberapa hari aku duduk mengawasi mereka dari sebuah halte bus di seberang jalan. Syukur aku hanyalah seorang pengangguran sehingga tdk akan merugikan negara jika menghabiskan waktu seharian di halte itu. Dan juga ketika rasa lapar terasa mengiris perutku tak seorangpun yang akan terbebani. Semua itu telah memberiku cukup banyak kesempatan untuk mengamati lukisan kehidupan yang dilakonkan suami istri di kolong jembatan itu ____ yang tentu saja apa yang kulakukan ini akan dianggap sebagai pekerjaan yang sia-sia dalam perspektif pengetahuan manusia yang hati dan akalnya terjebak dlm penjara impian materil.
Kala fajar menyepuh wajah bumi dengan sinar keemasan , lelaki itu meninggalkan bilik korannya dengan iringan do'a sang istri. Ia kemudian meniti benang-benang sang fajar dengan harapan akan mendapatkan makanan alakadarnya untuk menopang hidup bersama istri tercinta.
Manakala senja telah tiba , lelaki itu pulang membawa bungkusan di tangannya. Istrinya yang setia dan tidak pernah meninggalkan bilik koran itu akan berdiri menyambutnya dengan senyum bunga mawar yang aromanya senantiasa dijemput angin lalu dibawa terbang menuju tempat para bidadari menyanyikan kidung cinta.
Tangan halus dengan jari jemari lembut wanita jelita itu terulur menuntun lengan kurus sang suami seraya menyambut bungkusan makanan yang diperoleh suaminya melalui tetesan keringat sepanjang hari.
Kepuasan terpancar dari wajah mereka dalam menyambut jatah kehidupan yang telah dituliskan pena takdir. Keriangan hati mereka laksana kicau burung-burung surgawi saat terbuai dalam candaria yang tidak menyiratkan segorespun luka kehidupan.
Melihat kebahagiaan dalam bingkai kusam di depan mata , rasa cemburu diam-diam merasuki hatiku. Bukan karena lelaki itu dengan kepapaannya bisa mempunyai istri yang cantik jelita , tetapi wajah-wajah mereka yang selalu memantulkan bias-bias kebahagiaan di tengah keburaman nasib , sungguh kuanggap hal yang mustahil. Aku yakin pasti ada suatu rahasia yang tidak tampak dalam ruang kanvas kehidupan mereka .
Kucermati sungguh2 lembaran buku kehidupan suami istri itu dan tidak kudapati satu goresanpun yang menjelaskan rahasia kebahagiaan dalam lembaran siang. Maka aku mulai berpikir bahwa kegelapan malam yang senantiasa mendekap pesona warna-warni pasti telah menyembunyikan pula suatu rahasia istimewa dari kehidupan mereka. Maka ketika matahari sudah lelap sedang rembulan menggigil sembunyikan wajah , aku datangi tempat mereka dengan bersembunyi di balik bentangan tirai kegelapan malam.
Dalam pesona memikat kusaksikan perempuan cantik itu tidur terlentang di hamparan kardus2 bekas sebagai tilam bagi tubuhnya yang halus lembut. Sementara suaminya sedang duduk bersimpuh dengan tangan tengadah seraya berdo'a ;
" Ya Allah, Tuhan pemilik seluruh kerajaan ! Limpahkanlah kepadaku hati yang tidak menggantungkan harapan apapun kepada yang selain-Mu. Bimbinglah aku untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Mu yang tidak akan lunas meski kubayar dengan seluruh hidupku. Ya Allah, hindarkanlah aku dari menghasratkan istana-istana yang dibangun atas keserakahan setelah Engkau karuniakan surga dalam bilik koran. Janganlah Engkau biarkan kecantikan istriku membutakan aku untuk tidak memandang wajah-Mu. Ya Allah penderma segala kelezatan. Tanamkanlah kepuasan kepadaku terhadap rasa lapar dan haus demi hidangan surga dan seteguk air dari telaga kekasih-Mu. Janganlah Engkau menjadikan rasa lapar dan haus dapat mendorongku menghalalkan segala cara demi mengenyangkan perut dari hidangan tangan-tangan kotor bersimbah lumpur kemaksiatan "
Usai berdo'a lelaki itu merebahkan diri di sisi istrinya yang malam itu wajahnya menggantikan sinar rembulan. Sementara angin menebarkan aroma wangi mengantar do'a lelaki itu ke ufuk cakrawala.
Perlahan aku melangkah pulang sembari berbisik pada diriku sendiri, " Tidak sia-sia aku menembus kegelapan malam dan menyibak tirai yang dibentangkannya, karena malam ini telah menjelaskan rahasia istimewa yang sia-sia kucari pada siang hari.
KIAS
Engkau pamit tanpa pernah meninggalkanku
Seperti aku yang mendatangi setiap kota
Tanpa meninggalkan rumahku
Rabu, 15 April 2015
SURAT BUAT BURUNG GARUDA
Di kakimu tercengkeram
Bhinneka Tunggal Ika
Sebuah kalimat indah
Engkau taruh di kakimu
Kalau bisa berdandan
Ikat rambutmu dengan pita itu
Atau jadikan selendangmu
Biar engkau tambah cantik
Tak kelihatan angkuh
Dan mereka ...
Yang megap-megap dalam cengkeramanmu
Bisa bernafas lega
Menghembuskan cinta
Dan kesetiaan padamu
Kalau ada waktu senggang
Cobalah rukuk dan sujud
Agar engkau bisa memandang pitamu
Dan memahami makna tulisannya
Perisai di dadamu
Ukurannya terlalu kecil
Hanya cukup untuk melindungi
Beringin raksasa
Bintang-bintang fantasi
Banteng perkasa
Dan......, atau ....
Lalu siapa yang akan melindungi
Mereka yang megap-megap
Dalam cengkeraman kakimu ?