Selasa, 16 Juni 2015

PELACUR DAN USTADZ

Seorang ustadz menegur seorang perempuan yang berprofesi sebagai PSK.
" Kamu itu perempuan laknat yang menjajakan tubuhmu dari satu laki2 ke laki2 lainnya.Sungguh biadab perbiatanmu itu ! "
Si pelacur menjawab santai, " Aku mungkin seperti yang engkau katakan itu. Tapi apakah kamu yakin bahwa dirimu seperti yang engkau bayangkan ? Aku ini memang makan dari hasil menjual tubuhku. Tapi bukankah engkau makan dari hasil menjual diri ? Engkau percaya bahwa Tuhan menjamin hidupmu dan engkau bicara atas nama-Nya. Tetapi engkau mempelajari kitab-Nya bukan untuk mengamalkan kandungannya tetapi engkau jadikan barang dagangan demi syahwat keduniaan. Engkau pelajari cara membaca Al-qur'an agar bacaanmu bisa dibeli dgn harga tertentu. Demi Tuhan, aku mengakui dosa2ku atas perbuatanku. Tp demi Tuhan pula, engkau tdklah lbh mulia dariku."
Mendengar umpatan si pelacur, entah mengapa dia jadi bungkam. Kefasihannya membaca ayat2 suci selama ini seperti direnggut setan dari lidahnya yang kelu.

Jumat, 05 Juni 2015

PERTEMUAN

Apabila engkau benar2 merindukan-Ku , jangan pernah letih mencari-Ku. Bersabarlah terhadap semua rintangan dan penderitaan di jalan pencarian. Jika dalam pencarianmu engkau tdk menemukan apapun..., maka engkau telah menemukan - Ku

Jumat, 29 Mei 2015

GURU SPIRITUAL DI NERAKA

Pada suatu malam seorang abid bermimpi melihat raja dalam surga dan guru spiritual dalam neraka.
Sang abid berseru , " Apa artinya ini ? Bukankah ini suatu keadaan yang terbalik ?
Sebuah suara menjawab , " Raja itu masuk surga karena ia menghormati para guru spiritual dan guru spiritual itu masuk neraka karena ia berkompromi dengan para raja. "

Selasa, 12 Mei 2015

KISAHKU

Dari rekahan fajar aku terlahir kemudian kususuri jalan kerikil tajam sejak pagi hingga senja.
Tapi lihatlah ... , pada bunga melati yang tumbuh di atas kotoran hewan , aku tulis kisahku dengan pena batang tebu.

Minggu, 10 Mei 2015

KUMIS

Tradisi Islam sering diidentikkan dengan pemeliharaan janggut sekaligus mencukur kumis bagi kaum pria.
Tetapi aku adalah seorang pria muslim yang memelihara janggut dengan cara selalu mencukurnya setiap kali tumbuh.
Sebaliknya, aku membiarkan kumis tumbuh dengan selalu memotongnya sebatas pinggiran bibir atas dan ujungnya kiri kanan kubiarkan pas membingkai sudut bibir.
Itu adalah sebuah wujud kemandirian pribadi dalam menerjemahkan tradisi agama yang kupilih.
Tujuan saya adalah, bahwa dengan membiarkan kumis tumbuh dengan model seperti itu, aku tengah mengingatkan diriku sendiri untuk bisa menapis setiap ucapan yang keluar dari bibir dan lebih baik diam sampai benar-benar yakin bahwa dengan bicara, kita terbukti memberikan manfaat pada orang lain dan juga diri sendiri.

Sabtu, 09 Mei 2015

JANGGUT DAN BULU DAGU

                   JANGGUT DAN BULU DAGU

Dua orang pengembara bertemu di sebuah persimpangan jalan dan mereka langsung berpelukan walaupun mereka belum pernah bertemu dan berkenalan sebelumnya. Mereka yakin bahwa mereka bersaudara karena keduanya sama-sama berjanggut, meskipun model janggut keduanya berbeda.

Pria yang tadi datang dari arah timur memiliki janggut panjang menjela-jela hingga dada, tetapi tumbuh ranggas dan jarang. Bahkan dengan mata telanjang jumlah helaiannya bisa dihitung jari. Di atas bibirnya kelihatan bekas cukuran kumis yang berwarna keabu-abuan.

Adapun pria yang tadi datang dari arah barat, memiliki janggut yang agak pendek tetapi lebat dan berwarna hitam mengkilap. Di atas bibirnya bertengger kumis klimis yang ditata rapi menyusuri tepian bibir atas dan ujung-ujungnya dipotong tepat pada sudut bibir laksana penadah kata agar setiap ucapan dari bibir tidak gampang tercecer dan terumbar sia-sia.

Minggu, 03 Mei 2015

BENIH

Hujan tercurah dari langit menyucikan bumi dan menyuling benih dari dataran yang diberkahi. Demikianlah lirikan seorang kekasih menjadi benih yang ditaburkan cinta pada dataran hati