Rabu, 27 Maret 2024

DI KEPULAN DEBU

Dengan segala kemegahan mereka berlalu dengan sorak meluap. Tak sejenak jua hati terpikat. Pun tak terusik diamku diantara kepulan debu derap sombong mereka.
Tetapi sesaat kemudian,  diantara kepulan debu yang belum luruh, samar tampak olehku sesosok bayangan !
Sosok itu kian jelas setelah debu menghilang. Dia seorang lelaki tua dengan jubah compang - camping. Di tangannya yang  kurus, tampak ia menggenggam sebuah kaleng bekas yang  keadaannya layaknya sangat pas dengan baju yang  dikenakannya.
Spontan tanganku meraih beberapa keping uang logam di saku celanaku lalu mendekati lelaki itu dan mengulurkan uang itu padanya.
Lelaki itu menatapku dengan  pandangan dingin disertai senyum yang jauh lebih  dingin. Hatiku bergetar....!!! Kekuatan tatapan dingin orang itu bagai mengguncang kalbuku. 
Sesaat kemudian, ia berkata, " Apakah engkau sedang mencari pahala untuk dirimu sendiri dengan pemberianmu ini ? "
Wiiihhh...kerongkonganku tercekat. Sungguh aku tak pernah menyangka akan mendengar kata - kata seperti ini dari orang tua itu. Buru - buru aku merapatkan kedua tangan di depan dada lalu berkata, " Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud demikian. Aku hanya terdorong oleh perasaan iba yang tiba2 muncul saat melihat anda, lalu melakukan ini "
Orang itu tetap tersenyum ketika ia berkata, " Bersyukurlah bahwa engkau masih memiliki rasa iba. Tetapi bertobatlah atas mata dan pikiranmu yang msh terkelabui penampilan luar. Sungguh, Allah tdk peduli pada penampilan seseorang. Tetapi Allah akan melihat hatimu "
Aku terhenyak....terduduk di tanah tanpa sadar. Sementara orang itu berlalu setelah mengucapkan salam ___ pergi dengan senyum khasnya dan meninggalkanku dalam perasaan yang bercampur aduk.

Senin, 11 September 2023

TRADISI PERNIKAHAN TANAH BUGIS

Walasuji adalah anyaman Bambu yang lungsi pakan dianyam diagonal dan memunculkan motif segi empat belah ketupat yang merupakan simbol 4 Unsur elemen penciptaan Yaitu :  tanah, air, udara dan api. Selain itu merupakan lambang arah angin  dan serta nilai2 kemanusiaan berupa Intelektualitas (Acca), Keberanian (warani), Kejujuran (lempu') dan kekayaan (asugireng).

Wala Suji sendiri berasal dari dua penggalan kata yakni Wala = pagar atau pembatas,  dan Suji yang berarti  Putri suci.  Jadi makna Walasuji adalah Pembatas ruang bagi putri suci yang lebih jauh mengandung makna batasan ruang para bangsawan atau orang2 yang dihormati. 
Walasuji biasanya dibuat sebagai dinding atau pembatas pada aula ( Baruga/balairung) , pelaminan dan kotak seserahan (Erang-Erang), yang dibawa serta saat mengantar pengantin dan dalamnya diisi 7 jenis buah - buahan dan kadang ditambah seekor ayam jantan. 
Isi Walasuji ini dalam tradisi Bugis mengandung pesan yang sakral, berupa pengakuan dengan simbol. Karenanya, tidak boleh diisi sembarang karena setiap isi adalah kalimat dan juru bicara pihak laki2 pada keluarga calon istrinya. 
Isi walasuji berupa buah2an sbb: 

1. Panasa (Nangka).
2. Loka (Pisang).
3. Panreng (Nenas).
4. Tebbu (Tebuh).
5. Kaluku (Kelapa).
6. Sala' (Salak).
7. Buah Ta' (Lontar).
Maknah Dalam Bahasa Bugis :  Mamminasa Wa'Lokka Matunrung Pada Cenninna Tebbue Nennia Lunra'na Kalue, Benengngengngi Baja Sangngadie Engka Tassalanna Botting Uruanewe Ri Lawai Nasaba Kawa-Lawa Pappoji Na Engka Tang padatanna Batanna Bua Ta' Angkenna Tiwi Botting Uruanewe.

SOMPA dan PANGOLO SOMPA

Dahulu kala sompa = sunrang/sunreng (Mahar) di berikan menurut derajat-derajat sosial gadis yang dipinang itu diperhitungkan de­ngan sangat teliti, karena sangat menyangkut tentang derajat sosial kelu­arganya. Garis besar dari keadaan itu diikuti  juga sampai saat ini, walaupun tidak diperhitungkan seteliti dahulu
kala. Adapun tingkat-tingkat sunrang/Sunreng (Sompa).

A. Makassar/Gowa.
(patroon orang Makssar). Sunrang tertinggi yang berlaku bagi anak ti'no adalah 80 reala, di bawah itu berlaku bagi anak karaeng adalah 40, 44, dan 28 real sesuai tingkat derajatnya, untuk tu baji' adalah 20 atau 16 real sedangkan untuk tu samara' adalah 14 real.

B. Luwu.
Terdapat tingkat Sunreng/Sompa sebagai berikut :
1. Sompa To Selli hanya pernah terjadi bagi pengantin To Manurung, jumlah maharnya 100 kati emas atau 8000 real.
2. Sompa To Le'ba, di berikan kepada pengantin perempuan anak raja penuh dari Datu Luwu, jumlah maharnya 50 kati emas atau 4000 real.
3. Sompa To Luwu, di berikan kepada anak bangsawan luwu dengan jumlah mahar 10 kati emas di tambah 10 Tai' atau 880 real.
4. Sompa Ujung Aju, di berikan kepada anak-anak bangsawan dengan penyederhanaan dengan perhitungan bulat 880 real.
   Sejak tahun 1875, bagi bangsawan dan to deceng, sunrang itu tidak lebih dari 3 kati emas atau 264 real, selanjutnya di biasakan sampai sekarang sunrang itu sebesar 88 real saja, bagi bukan bangsawan hanya 44, 22, atau 20 real.

C. Tellum Poccoe. (Bone, Soppeng, dan Wajo)
1. Sompa Bocco, di berikan kepada putri raja yang memegang kekuasaan kerajaan, jumlah sunrang/Sompa adalah 14 kati doi lama, nilai 1 kati doi lama adalah 88 real + 8 oang + 8 doi' bersamaan itu di serahkan pula seekor kerbau dan seorang ata (budak), kecuali wajo budak di tiadakan.
2. Sompa ana' Bocco, di berikan kepada putri raja atau anak bangsawan tinggi jumlah maharnya adalah 7 kati doi lama.
3. Sompa Kati, di berikan kepada putri raja bawahan/palili, dengan jumlah mahar sebesar 1 kati doi lama setara 88 real + 8 oang + 8 doi dan  seorang ata/budak.
4. Sompa Ana' Mattola, di berikan kepada Putri Mattola dengan jumlah 3 kati doi lama.
5. Sompa Rajeng, di berikan kepada putri Rajeng dengan jumlah 2 kati doi lama 176 real.
6. Sompa Cera' Sawi, di berikan kepada anak Cera' Sawi dengan jumlah 1 kati doi lama atau 88 real.
7. Sompa To Deceng, di berikan kepada anak to deceng sebesar 1/2 kati atau 44 real.
8. Sompa To Maradeka, di berikan kepada anak To Maradeka sebesar 1/4 kati doi lama atau 22 real.
1 kati=600 gram jadi 100 kati=6.000 gram, harga emas sekarang sekitar Rp 636.679/gram jadi total Rp 3,82 Milyar Dan 80 Real setara 1 kati Emas,
Demikianlah pembahasan tentang tingkatan Sompa (mahar) di sulawesi selatan, dan itu belum termasuk Uang Panai' karena Sompa dan uang Panai berbeda dan perhitungannya pun juga berbeda.

~"PANGOLO SOMPA"~

Dalam upacara pernikahan adat bugis di kenal dengan adanya sebuah Sompa atau Pangolo Sompa, napemaliang to matoae riolo narekko menrekki mappabotting na de'na di tiwi pangolo sompae yang di mana Pangolo Sompa ini berfungsi sebagai penyampai/pengganti bicara mempelai pria kepada mertuanya, Isi Pangolo Sompa terdiri dari 6 macam benda yaitu :
1. Penne tana. = Piring tanah
2. Berre/Werre = Beras
3. Kana-kana silaibineng = Boneka kecil sepasang
4. Bunga Parenreng = Bunga Parenreng
5. Jarum
6. Aju Cenning = Kayu manis
Fungsi/makna dari penne tana yaitu sebagai simbol harta yang di bawa oleh si pria jadi jikalau mertua dari mempelai pria berkata "aga muatu mu engka...? tettana si cippemu to Magi na iko melo maddacco-dacco mangatoro na warang parang mu pole-polei. Jadi di sini minimal tanah sepotong/si cippe dari mempelai pria tadi adalah piring tanah itu jadi berhaklah sang pria untuk mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri. Kemudian berre/werre merupakan pappanre manu-manu parakuseng na magala moni manu parakuseng na tabbukka okina to mabbedda'e jadi Berre/werre pangolo sompae merupakan cenning rara. Kemudian selanjutnya naiya bunga parenrengnge mamminasani botting uruanewe renreng ana uruane na makkunrai na maciru atinna pada jarungnge na macenning pada aju cenningnge.

DUSTA

Katakan padaku, bagaimana mungkin gamis dan surban yang ditenun dari benang2 buatan manusia bisa lebih cemerlang dari wajah pemakainya yang diciptakan dari cahaya - Nya? 
Apakah engkau sedang menantang Tuhan ut berperang sedang si Congkak pun tahu Dia Maha Tak Tertandingi?
Tahukah kamu kenapa lelaki secerdas Qaiz membiarkan kegilaan merampas kesadarannya? Karena cerlang wajah Laila yang berkilau bagai lentera mengungguli rambut hitamnya yang dijalin bagai sayap gagak, pun kerudungnya yang ditaburi berlian.
Maka..., apakah engkau hendak meminta orang lain menyerahkan hatinya dan menaburi keberadaanmu dgn cinta hanya karena surban dan gamis yang cemerlang, mahkota kekuasaan atau  tumpukan emas curian?

Selasa, 18 Juli 2023

SEKILAS TENTANG PENANGGALAN HIJRIYAH

Umat Islam begitu akrab dgn pesta tahun baru Masehi tetapi asing pada penanggalan dan tahun baru Islam/Hijriyah.
Mari kita bedah selayang pandang

Sebelumnya, org² Arab tdk mengenal penanggalan. Mrk menyebut almanak berdasarkan peristiwa² besar yg terjadi spt misalnya masa Raja Abrahah menyerang dan ingin menghancurkan Ka'bah dgn balatentara menunggang gajah. Maka kemudian masa itu disebut Tahun Gajah.

Pada masa Amirul Mu'minin Umar bin Khattab, beliau menetapkan penanggalan islam yang  atas usulan Utsman bin Affan, ditetapkan 1 Muharram sebagai awal tahun kalender islam (Hijriyah). Hal ini merujuk pada hijrah Nabi dr Makkah ke Madinah.

Banyak peristiwa penting terjadi di bulan Muharram  sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Beberapa di antaranya yakni:

1. Nabi Adam AS bertobat kepada Allah SWT dan tobatnya diterima
2. Kapal Nabi Nuh AS berlabuh di bukit Zuhdi setelah banjir dahsyat yang menenggelamkan mayoritas penduduk bumi
3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksaan api Raja Namrud
4. Nabi Yusuf AS bebas dari penjara Mesir
5. Keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan dengan selamat
6. Allah SWT menyembuhkan Nabi Ayyub AS dari penyakitnya
7. Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir’aun

Selain itu, ada pula peristiwa di bulan Muharram yang terjadi setelah Islam datang, seperti:

1. Pada Muharram 1 H, muncul tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II
2. Pada Muharram 7 H, terjadi perang Khaibar yang dimenangkan oleh kaum muslimin
1. Pada 1 Muharram 24 H, Umar bin Khattab dimakamkan setelah syahid dibunuh oleh Abu Lu’lu’ah
1. Pada 10 Muharram 61 H, terjadi musibah besar yakni Husain, cucu Rasulullah SAW dan keluarganya dibunuh di Karbala

Kamis, 13 Juli 2023

JEJAK PARA WALI

Syamsuddin Tabrizi, r.h. adalah Guru besar Jalaluddin Rumi dari Konya, Turki.  Mawlana Rumi berkata : _"Orang bijak dunia esoterik mengetahui tradisi Nabi صلى الله عليه و وسلم , tetapi  Syamsuddin Tabrizi  mengetahui misteri kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم 

Ketika ia masih kecil, ia akan pergi tiga puluh atau empat hari tanpa makan. Dia memiliki kelimpahan  cinta pada jalan Kebajikan. Diusia yg msh kecil keinginannya ut makan nyaris tdk ada.  Orang tuanya menjadi khawatir dan bertanya apa yang salah dengannya. Dia menjawab bahwa dia tidak memiliki nafsu makan dan jika dia merasa lemah, perasaan itu akan segera hilang dan dia akan merasa lebih kuat. Dia hanya akan makan untuk memenuhi Sunnah Nabi.

Dia menghabiskan waktunya bersama para sufi meskipun dia sendiri adalah ahli hukum yang berkualitas. Dia melakukan perjalanan dan bertemu banyak guru dan dia memulai dengan Syaikh Baba Kamal al Jundi.
Setelah dia berada di Majelis, Syaikh memintanya membacakan beberapa puisi untuk menggambarkan keadaan rohaninya.
Dia menjawab, _"Apa yang saya rasakan, tidak bisa kuungkapkan dgn kata-kata."_

Syaikh Baba Kamal al- Jundi  menyadari bahwa Syamsuddin Tabrizi  memiliki keadaan spiritual yang lebih tinggi, maka ia berkata kepadanya, _"Anakku, Allah akan memberimu teman yang akan mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi di hatimu. Kebijaksanaan Anda akan diungkapkan pada lidahnya. Apa yang tidak bisa kamu ungkapkan, dia akan ungkapkan untukmu. "

Pendamping ini tidak lain adalah Jalaluddin Rumi, yang menjadi gemilang dan jadi penyair besar hanya setelah bertemu Syah Syamsuddin Tabrizi. Sebelum itu Rumi adalah seorang cendekiawan yang bangga dengan pengetahuan dan reputasinya.
Pertemuan berikut menunjukkan salah satu cara Syah Syamsuddin Tabrizi mengubah jalan muridnya dan meletakkannya di jalan spiritualitas.
Suatu ketika Rumi memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Syah Syamsuddin Tabrizi  masuk pakai baju compang-camping. Dia melihat Rumi  dan tumpukan buku yang telah dia susun di meja di sampingnya.
Dia bertanya, _"Apakah ini?_ " Rumi melihat penampilannya dan segera menghentikannya sambil berkata, _"Mereka mengandung literatur yang tidak akan dipahami oleh orang buta huruf. "_

Syah Syamsuddin Tabrizi  mengambil semua buku dan melemparkannya ke kolam di halaman.
Rumi marah dan mengatakan bahwa buku-buku itu semuanya ditulis tangan dan berisi karya-karya penting ayahnya. Rumi lalu menarik buku-buku itu keluar dari air dgn harapan msh ada  mencoba dan dimanfaatkan/disimpan.
Ketika dia melakukannya, dia dikejutkan oleh kenyataan bahwa semua buku dan lembaran²nya benar-benar kering. Dalam keterkejutan ia bertanya kepada Syaikh, _"Apakah ini gerangan?"_
Syah Syamsuddin Tabrizi menjawab, _"Ini adalah sesuatu yang kamu tidak akan mengerti. "_

Demikianlah Jalaluddin Rumi mengukuhkan jalan spiritual dibawah bimbingan Syah Syamsuddin Tabrizi r.h. yang rahasia² batin/ilmunya tak pernah terungkap kecuali melalui muridnya Jalaluddin Rumi.
_Semoga Allah Azza wajalla' memuliakan para wali - Nya, aamiin_

Senin, 13 Maret 2023

BERLABUH

أيها المسافر، لا تضع قلبك في أي منزل، وإلا أصبحت مهموماً عند الرحيل عنه

Wahai pengembara, janganlah engkau labuhkan hatimu di tempat singgah manapun, agar tidak gelisah saat beranjak pergi meninggalkannya

Sabtu, 11 Maret 2023

TEKAD TO UNRU

Sesaat sebelum bertolak dari Cempalagi meninggalkan Tana Ugi' Arung Palakka bertitah :
"Pura babbara sompe`ku
Pura gunciri gulikku
Lebbi`ni tellenge na towali`e"

Layar sudah dikembangkan
Kemudi telah dikunci 
Lebih baik mati dan tenggelam daripada harus kembali